Peta peta harapan tahun lalu masih tergambar jelas pada dinding dinding lemari kamar, pada status dan catatan catatan kecil media sosial. Dan tak jarang seiring bergulirnya waktu, setiap kali peta itu tampak oleh mata, mengambang sebuah tanya, "sampai mana perjalananmu mam?", pertanyaan oleh sosok kedua dalam diri ini yang kuberi nama ia "hati", selalu seperti itu, sampai datang hari ini, hari untuk menambah lagi susunan harapan dalam peta hidup untuk beberapa waktu mendatang. Akan tetapi ada hal besar yang mengingatkanku hari ini, sesuatu yang sangat besar yang ternyata jauh lebih dekat kepadaku dari harapan harapan yang aku harapkan terjadi pada waktu satu jam mendatang. Namanya "kematian".
Sudah berapa banyak cerita yang terdengar dan tertulis bahwa kematian tak memandang umur, tempat, keadaan, apalagi status sosial, dia datang tiba tiba kepada siapapun yang dikehendakin-Nya. Jujur aku takut ketika segala ingatan yang berhubungan dengannya datang, takut akan keadaanku setelah menemuinya, dan betapa sedikitnya bekal yang aku bawa untuk bentang perjalanan yang sangat panjang setelah bertemu dengannya nanti, serta ketakutanku akan beratnya kesalahan dan kelalaianku pada tanggung jawabku selama ini. Lalu, apakah ketakutan itu menjadikan jejak jejak kecil yang telah memulai menapaki cita cita dan harapan untuk diam tak bergerak dan terus menerus terkurung dalam rasa takut ?? Atau tetap terus menerus berlari menjajaki peta peta itu dengan mengabaikan rasa takut ??
Betapa indahnya ungkapan seorang sahabat rasulullah, "Shalatlah seakan engkau akan meninggal, dan bekerjalah seakan akan engkau itu kekal", sebuah nasehat sederhana yang sangat berharga, untuk hidup seimbang, baik pada kewajiban kewajiban dunia, ataupun perintah perintah akhirat. tak selamanya seseorang merasa ketakutan, dan tak selamanya seseorang selalu terbayang akan harapan, untuk itu, Jalan tengah yang paling baik adalah, selalu berusaha dalam kebaikan, walaupun mungkin dengan kebaikan itu menghambat laju langkah kita, kita tetap terus berjalan, setidaknya kalaupun harus putus di tengah jalan, kita telah dipanggil dalam keadaan melakukan kebaikan, dan untuk harapan kita, kita telah mengusahakannya.
Kemudian, di latar senja dewasa ini, sudah saatnya dan memang telah saatnya untuk tidak bermimpi sebanyak mimpi mimpi kecil dahulu, lebih penting menjadikan nyata mimpi mimpi itu, dan kemudian bermimpi lagi untuk hal yang lebih besar dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Mencoba mengingat lagi masa masa sulit yang pernah tubuh ini alami, kemudian bersyukur, bahwa ternyata dengan segala kesulitan itu telah menempaku menjadi seperti sekarang ini, walaupun masih jauh dari baik, namun insya Allah sedang berusaha menuju kesana, dan dengan besar hati menyiapkan diri untuk melewati kesulitan kesulitan selanjutnya untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik tidak hanya pada diri sendiri, pada keluarga, teman, saudara dan semua orang tentunya. Karena sesuatu yang baik dilahirkan dari katekunan dan kesabaran untuk sesuatu yang sulit.
selalu ada yang istimewa dari kado doa ^_^"
14 janvier 2012
10° C river nill

0 comments:
Poskan Komentar