Jumat, 13 Januari 2012

22 Th

Peta peta harapan tahun lalu masih tergambar jelas pada dinding dinding lemari kamar, pada status dan catatan catatan kecil media sosial. Dan tak jarang seiring bergulirnya waktu, setiap kali peta itu tampak oleh mata, mengambang sebuah tanya, "sampai mana perjalananmu mam?", pertanyaan oleh sosok kedua dalam diri ini yang kuberi nama ia "hati", selalu seperti itu, sampai datang hari ini, hari untuk menambah lagi susunan harapan dalam peta hidup untuk beberapa waktu mendatang. Akan tetapi ada hal besar yang mengingatkanku hari ini, sesuatu yang sangat besar yang ternyata jauh lebih dekat kepadaku dari harapan harapan yang aku harapkan terjadi pada waktu satu jam mendatang. Namanya "kematian".

Jumat, 30 Desember 2011

Gerimis Di Senja Itu

Setiap kali turun gerimis, aku selalu mengenang sebuah kisah, seperti malam ini Ketika gerimis membuat banyak orang terjebak dalam pilihan pilihan yang sulit, mereka mengumpat kesal ketika berteduh di tepian jalan, beberapa yang lain memaksakan diri berlari dalam gerimis. kadang, gerimis memang mengesalkan. tapi, bagiku gerimis menyimpan salah satu memori terindah dalam hidupku. setiap kali gerimis turun, aku selalu setia menatap jendela, menikmati rintik rintik gerimis merambati genting atau helai helai dedaunan, atau terkadang aku berbaur dengan tetesan gerimis di jalanan, karena gerimis itu indah untukku, didalamnya ada cerita menarik dan menyenangkan untuk ku kenang, bahkan ketika aku tak dapat mengingat bayangan wajahnya dengan baik lagi nantinya, dan semuanya bermula dari gerimis di senja itu.

Rabu, 10 Agustus 2011

A Week On Four Islands

Cairo, 4 agustus 2011

Setengah sadar, antara percaya dan tidak, bahwa hari ini aku akan berangkat meninggalkan mesir menuju indonesia, jelas saja aku terheran heran dengan keadaanku saat itu, "aku mau pulang!!!", tetapi aku meninggalkan banyak beban atau tanggungan yang belum benar benar terselasaikan di tempat aku tinggal. Pikiran bercampur aduk membingungkan diriku, di satu sisi aku tidak ingin mengecewakan kawan kawanku, tapi di sisi lain keadaan benar benar memaksaku untuk menjalani takdir mengejutkan ini, Dan bismillah aku optimis untuk pulang hari ini dengan terus memikirkan jalan keluar dari permasalahan permasalahanku yang lainnya, semoga ini jalan terbaik.
Berangkat menuju bandara internasional cairo di temani oleh Setiawan, Agus, Abu bakar, Wahyu, dan afaf sebagai sopir, di jadwalkan pesawatakan take off pukul 19.00 waktu cairo dan chek-in harus dilakukan satu jam sebelum waktu take off, sempat tergesa gesa karena kita sampai di bandara sekitar jam 17.00. Berhubung ini pertama kalinya aku melakukan perjalanan internasional sendiri, aku sempat kebingungan ketika sampai di dalam bandara cairo, berbekal bahasa Arab dan inggris yang tak bergranmar dan secuil keberanian, akhirnya aku sampai di gate tempat menunggu pesawat take off, walaupun sempat kebingungan di kantor imigrasi karena antrian yang kurang teratur, dan sempat keringat dingin ketika petugas memintaku untuk mengambil blangko imigrasi, mondar mandir g jelas sampai akhirnya seorang petugas yang tampaknya berbela sungkawa melihat diriku kebingungan menawarkan bantuannya, dan syukurlah masalah itu selesai, and then, fly with EMIRATES AIRWAYS to DUBAI Airport.


Di dalam pesawat sekelas emirates aku benar benar merasa nyaman, dan gugup, pasalnya banyak hal yang belum aku ketahui dari maskapai sponsor arsenal ini, ditambah lagi duduk bersebelahan dengan perempuan UK yang memakai baju sekenanya, menambah gugup menjadi salah tingkah, but, itu hanya terjadi di menit menit pertama setelah pesawat take off, setelahnya, aku sibuk dengan mencatat hal hal yang g jelas seperti ini. Dalam hati bergumam, "Ya Allah, rencana apa yang Engkau siapkan untukku di perjalanan panjang ini?",

Minggu, 20 Februari 2011

Cinta Luar Biasa Oleh Seorang Sederhana

Sahabat, ada sebuah kisah menarik dari pejalan hidup seorang pria dalam mengarungi hidup ini bersama istrinya, mudah-mudahan bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Intinya adalah tiada kesetiaan tanpa kesetian.



Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.



Dari sinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidah nyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.


pelajaran dari hewan terbodoh

seorang petani memiliki keledai satu satunya sebagai alat angkutan sehari hari. suatu hari keledai miliknya jatuh ke dalam sumur, hewan itu menangis sangat memilukan selama berjam jam, sementara si petani tidak tau apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan keledai tersebut, segala upaya telah dicoba untuk mengangkat keledai itu dari dalam sumur, tetapi tidak membuahkan hasil.